Selasa, 25 Februari 2020

Maladaptive Daydreaming | Kecenderungan Melamun yang Berlebih

Halo, Cherries!

Hari ini, aku memposting sesuatu yang kuambil dari blog Katai Hitam. Postingannya mengisahkan (cerpen kali ya 'mengisahkan') tentang Maladaptive Daydreaming atau bisa disingkat MD. MD ini sendiri masih menjadi bahasan yang kurang umum dalam psikologi dan enggak banyak orang awam yang tahu. Bahkan, pengidap MD sendiri pun bisa merasakan gejalanya, tetapi tidak tahu bahwa gejala tersebut merupakan gejala MD. Selama tidak mengganggu hidupnya, MD ini tidak akan menjadi masalah besar.

--
Source : kataihitam02.blogspot.com
MALADAPTIVE DAYDREAMING

Awalnya, dulu saya pernah iseng ikut-ikut quiz di Quotev. Akhirnya, saya menemukan sebuah quiz yang menarik : 'Are You A Maladaptive Daydreamer?'

Istilah itu masih asing di mata saya. Tapi, yang jelas dari kata 'Daydreamer'-nya, saya tahu pasti ini masalah yang terkait dengan kegiatan melamun. Berhubung saya juga orangnya suka berkhayal, saya pun penasaran dan cari-cari di google soal Maladaptive Daydreaming alias MD itu. Ternyata, MD masih menjadi bahasan yang baru dalam psikologi.

Nah, kira-kira apa itu Maladaptive Daydreaming (MD)?

1.PENGERTIAN MALADAPTIVE DAYDREAMING

Image Source : Pinterest

Maladaptive daydreaming (MD) adalah sebuah kondisi dimana seseorang terjebak dalam fantasinya sendiri. Seseorang dapat melamun berjam-jam setiap harinya. Mereka candu dengan dunia khayal sendiri, membuat sebuah cerita yang membuat mereka nyaman ada di dalamnya, mebuat tokoh hasil rekaan imajinasi sendiri. Pengidap MD bisa menangis, tertawa, berlarian sendiri atau berbicara sendiri ketika mereka melamun.

Jadi, MD ini lebih ke ketergantungan akan kegiatan melamun yang dilakukannya. Sebenernya memang asyik kalau menenggelamkan diri ke dalam dunia khayalan, tetapi sebaiknya jangan berlebihan. Banyak hal produktif yang bisa kita lakukan daripada terus-terusan melamun.

2. AWAL DIPERKENALKANNYA MALADAPTIVE DAYDREAMING

Eli Somer adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ini. Psikolog asal Israel ini mengungkapkan tentang Maladaptive Daydreaming (DM) dalam bukunya Journal of Contemporary Psychotherapy pada pembahasan Maladaptive Daydreaming: A Qualitative Inquiry.

Pembahasan ini merupakan catatan penelitiannya terhadap 6 orang pasien. Berdasarkan hasil penelitiaanya maka Eli menyimpulkan bahwa MD disebabkan adanya trauma masa kecil, akan tetapi kesimpulan ini bisa saja dibantah karena tidak semua orang yang mengidap MD mengalami trauma masa kecil. Mereka yang mngidap MD umumnya menderita depresi atau merasa kesepian.

3. CIRI ORANG MENGIDAP MALADAPTIVE DAYDREAMING

Image Source : Pinterest

Dilansir dari salah satu sumber yang saya ambil, berikut ini adalah ciri-ciri yang biasanya ada pada orang yang sedang MD :


  1. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk melamun.
  2. Dialami sejak usia anak-anak.
  3. Musik, buku, film, video game, dan hal sekecil apapun bisa memicu pengidap MD untuk berkhayal.
  4. Lamunannya rumit dan detail.
  5. Bisa menunjukkan emosi saat berkhayal. Misal karena terbawa khayalannya pengidap MD dapat menagis tersedu-sedu atau tertawa terbahak-bahak.
  6. Melakukan gerakan konstan saat melamun. Misal mengetuk meja atau menggigit kuku atau menggerakkan apapun dalam genggamannya.
  7. Memiliki kesulitan berinteraksi dengan orang lain (tentu saja, karena dia suka melamun pasti sulit sekali untuk menyambungkan diri dengan orang lain).

Meski begitu ada yang mengutarakan kalau pengidap MD lebih kreatif. Mereka cenderung lebih bisa hidup dengan optimis berkat khayalan mereka. Khayalan-khayalan itu juga biasanya bisa disalurkan ke dalam bentuk cerpen, novel, atau gambar.

4. PERBEDAAN MD DENGAN SKIZOFRENIA


Apa yang membedakan MD dengan skizofrenia? Pengidap skizofrenia benar-benar tidak bisa membedakan mana yang fantasi dan mana yang nyata, dan mereka menganggap semua yang mereka khayalkan adalah kenyatan. Sementara itu, berbeda dengan pengidap MD yang menyadari bahwa tokoh yang mereka ciptakan adalah khayalan semata. Pengidap MD umumnya akan merasa malu jika mereka ketahuan sedang berbicara sendiri. Pengidap MD hidup normal seperti manusia lainnya hanya saja mereka tidak bisa terlepas dari fantasi yang mereka ciptakan.



Sekian postingan saya. Buat yang tiba-tiba ngerasa MD, menurut saya lebih baik pikirkan lagi lamanya kalian melamun dalam satu hari. Selain itu, kalau melamun biasa juga enggak bakal terlalu intens dan berjam-jam lamanya. Untuk lebih jelasnya lagi, kalian bisa kok mengikuti tes-tes online untuk mengetahui kalian kena MD apa enggak.

Sampai jumpa di postingan berikutnya!



Source :

https://ismimei.wordpress.com/2013/08/26/maladaptive-daydreaming/amp/

http://cancergirlcollection.blogspot.co.id/2016/04/psikologi-maladaptive-day-dreaming.html?m=1

http://kataihitam02.blogspot.com/?m=1



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebuah Esai Part 2 | Identitas Nasional